Banjir Rendam Ribuan Rumah di Halmahera Selatan Maluku Utara, 1 Balita Dilaporkan Meninggal
Banjir menerpabeberapa titik di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengakibatkanbeberapa ribu orang yang terdapat di lima kecamatan terimbas, dansatu orang balita disampaikanwafat.
Liputan6.com, Jakarta – Banjir menerpabeberapa titik di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, mengakibatkanbeberapa ribu orang yang terdapat di lima kecamatan terimbas, dansatu orang balita disampaikanwafat.
Kepala Pusat Data, Informasidan Komunikasi Kebencanaan Tubuh Nasional PengendalianMusibah (BNPB) Abdul Muhari di Jakarta, Senin (23/6/2025) menjelaskan, statusresponsifgentingmulainya berlakusemenjak Senin pagi hari (23/6/2025) sesudah banjir memendampemukimanmasyarakat di lima kecamatan karena hujan berintensitas tinggi yang mengguyurisepanjangsekian haripaling akhir.
Data yang diterima BNPB menulissekitar 4.182 Kepala Keluarga (KK) atau 13.965 jiwa pindah dari 15 dusun yang menyebar di enam kecamatan yaitu Bacan, Bacan Selatan, Gane Barat, Gane Timur, Gane Timur Selatan, dan Gane Barat Selatan.
“Selainnyabeberapa ribumasyarakatterimbas, satu balita berumur2 tahundisampaikanwafatkarenaterikut arus danseseorangalamicederakarena tersengat listrik,” kata Abdul Muhari.
BNPB memberikan laporan banjir Halmahera Selatan menyebabkan 1.522 rumah tergenang. Disamping itu empat rumah alami kerusakan berat, tiga rumah rusakenteng, dua jembatan alamirusak berat, satu jembatan rusakenteng, dan satu bronjong sepanjang 40 mtr.turutterimbas.
Menurut Abdul, tinggi muka air di lokasiterimbasbervariatifdimulai dari 20-150 cm.. Keadaan ini menghalangikegiatanmasyarakatdanmembuatbeberapadaerahterimbassusahdicapaitanpa perahu atau kendaraan khusus.
BNPB sudah mengoordinasikan support logistik bersama pemdadanlembagaberkaitan.
Adapunkeperluan mendesak untukbeberapa penyintas sekarang inimencakup makanan siap sajian, selimut, terpal, alas, bajupantasgunakan, danperalatan bayi dan balita.
Abdul menghimbauwargauntuk selalusiagapadakekuatan banjir susulan, ingatcurahan hujan di daerahitutetapmempunyai potensi tinggi, dandisuruhterusmengawasiinformasisah dari BMKG, BPBD, dansaluran komunikasi sahpemerintahan.